Senin, 15 Juli 2024

Persempit Ruang Gerak, 15-20 Persen Nasabah “Bank Titil” Beralih ke BPRS Magetan

Magetan – “BPRS Magetan sebagai badan usaha milik Pemkab, harus punya peran dan manfaat bagi masyarakat Magetan.”

Itulah pesan yang disampaikan Bupati Magetan Suprawoto terhadap Direksi BPRS Magetan. Pesan menjadi pegangan untuk mengembangkan bisnis perbankan yang dilakukan BPRS Magetan (Perseroda).

Salah satu upaya kemudian yang dilakukan BPRS Magetan adalah “menyelematkan” pelaku usaha kecil dari jeratan rentenir atau “Bank Titil”.

BPRS Magetan terus melakukan upaya untuk mempersempit gerak “Bank Titil”.

“Kami bisa klaim, sekitar 15-20 persen nasabah bank titil itu telah beralih ke BPRS Magetan. Sekarang Bank Titl lebih banyak beroperasi di wilayah pinggiran,” kata Dirut BPRS Magetan, Endah Kundarti, Senin (12/6/2023).

BPRS Magetan menyediakan pembiayaan Mutabarok (Multi guna, Tanpa agunan, Insya Allah Barokah) Bunda Sejahtera yang memberikan banyak kemudian bagi warga Magetan untuk mengakses modal hingga Rp 5 Juta dengan jangka pengembalian hingga satu tahun.

“Sudah meng-cover semua wilayah di Kabupaten Magetan. Syarat cukup mudah, cuma KTP dan KK, serta minimal usaha 1 tahun,” tambahnya.

Konsepnya unik, menabung harian, atau mingguan, atau bulanan. Selain dari tabungan untuk membayar angsuran.

“Kalau tabungannya rutin malah akan mendapatkan insentif. Yang perlu diketahui, jumlah pinjaman tanpa potongan administrasi termasuk materai. Dan, diasuransikan,” kata Bu Dirut.

Endah menjelaskan saat ini sudah 1300-an nasabah mengikuti program Mutabarok Bunda Sejahtera. Dia mengakui di program ini, BPRS Magetan hampir tak mengambil keuntungan demi membantu masyarakat magetan untuk mengakses modal.

“Selain menjalankan bisnis, BPR Syariah Magetan tetap menyisipkan misi sosial. Ini bagian dari hal itu. CSR kami, juga kami gunakan untuk program pengentasan kemiskinan sepetti bedah rumah, dan yang lain,” ungkapnya.

Kinerja badan usaha plat merah milik Pemkab Magetan ini terus membaik. PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Magetan 4 kali berturut-turut sejak 2020 meraih TOP BUMD Awards.

Pada 2022 aset total BPRS Magetan tumbuh hingga 12%, mencapai Rp 63,9 miliar di akhir 2022, dibanding akhir 2021 kemarin yang berkisar di angka Rp 50 miliar. Dengan setoran PAD hampir Rp 1 milyar. (far/mk)

Berita Terkait

Hot this week

-Advertisement-spot_img

Berita Terbaru

Popular Categories