Program Bunda Kasih yang Diterima Mbah Semi adalah Program Peduli Lansia Pemkab Magetan

Magetan – Mbah Semi, warga Desa Gebyog viral. Setelah potongan video anggota DPR RI yang menyebut namanya beredar luas.

Dalam video, Mbah Semi disebut Anggota DPR RI Ali Ridho sebagai contoh mereka yang tak mendapatkan bantuan. Paparan itu membuat Mensos Tri Risma Harini menangis.

Pemkab Magetan membantah pernyataan anggota DPR RI. Mbah Semi tak hidup sebatang kara, ada keluarga yang merawatnya.

Dan, Mbah Semi menerima bantuan secara lengkap, mulai dari tercover Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional. Hingga bantuan dari APBD Magetan, berupa program “Bunda Kasih”.

Bunda Kasih merupakan program yang dibuat Pemkab Magetan di awal pemerintahan Suprawoto-Nanik.

Program ini merupakan perhatian pemkab terhadap lansia dengan keterbatasan kemampuan anggaran. Program ini tertuang dalam Peraturan Bupati nomor 51 Tahun 2019.

“Di awal Pak Bupati menjabat, bersama Dinsos turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi mbah-mbah kita itu. Dari situ Pak Bupati memerintahkan bahwa negara harus hadir untuk membantu mereka,” kata Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi Utomo, beberapa waktu silam.

Data Dinas Sosial Magetan, jumlah lansia yang hidup sebatang kara saat ini mencapai 1.300 orang. Program Bunda Kasih dibuat sebagai bantuan pangan terhadap para lansia itu. Penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp 300 ribu setiap bulan yang diberikan 3 atau 6 bulan sekali.

“Bantuan permakanan ini kita titipkan pada wali, atau perangkat atau lingkungan yang bisa menyampaikan pada penerima. Awalnya, sekitar 100 lansia. Kami bertekad untuk terus meningkatkan penerima sasaran. Dengan segala keterbatasan anggaran, saat ini jumlahnya 275 penerima,” jelas Parminto.

Program Bunda Kasih dikembangkan melalui model perawatan 24 jam dengan mendirikan Panti Sosial “Mulia” di Karangrejo, Magetan. Panti ini memiliki daya tampung sekitar 10 lansia.

“Sebagian dari mbah-mbah kit aitu memang sudah tidak bisa-bisa apa-apa. Mereka kita rawat di panti. Karena kondisinya yang membutuhkan pengawasan 24 jam,” terangnya. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Pemkab Magetan Jalin Kerja Sama dengan YPMI untuk Kesehatan Mata

Magetan – Pemkab Magetan menjalin kerja sama dengan Yayasan...

Keluarga Benarkan Klarifikasi Pemkab Magetan soal Bantuan Sosial Mbah Semi

Magetan – Klarifikasi Pemkab Magetan mengenai lengkapnya bantuan pemerintah...

Hot this week

Raih WTP 12 Kali Berturut-turut, Plt Ketua DPRD Magetan: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Sidoarjo – Di tengah prahara kasus dugaan korupsi Pokir,...

Idul Adha 2026, Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan Sembelih 8 Sapi dan 42 Kambing Kurban

Magetan — Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan melaksanakan...

Syuting Kelima ‘Reality Show’ TV Eropa di Indonesia, Tiga Kali Mampir Magetan

Magetan – Magetan punya daya tarik luar biasa bagi...

Idul Adha 2026, Pemkab Magetan Salurkan 40 Kambing dan 4 Sapi Kurban ke Masjid dan Masyarakat

Magetan – Pemkab Magetan menyalurkan hewan kurban menjelang Hari...

Terbaru

Popular Categories