Magetan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan memastikan proyek di Kabupaten Magetan telah berjalan.
Kepala Dinas PUPR Muhtar Wahid mengatakan semua proyek di Magetan akan selesai tepat waktu meski diakui molor dalam beberapa minggu.
“Saya sudah sampaikan di Badan Anggaran DPRD Magetan. Agak mundur sedikit pelaksanaan karena penyesuaian harga material seperti plastik, aspal dan yang lain karena krisis global atau gara-gara Selat Hormuz,” ungkap Muhtar, Senin (20/7/2026).
Penyesuaian harga tersebut akan berdampak pada volume pengerjaan.
Saat ini, sebagian proyek di Magetan telah berjalan. Muhtar merinci, proyek yang telah berjalan diantaranya pengerjaan jalan, seperti jalur Parang–Kalipucang, serta ruas Parang–Sayutan. Juga proyek pemulihan pascabencana di Jalan Jambu.
“Untuk rute Parang-Sayutan, pengerjaan pengaspalan sepanjang dua kilometer. Saya keliling memantau langsung pengerjaan di lapangan,” terangnya.
Terkait proyek pelebaran Jalan Sidowayah sepanjang 2,5 kilometer memiliki kendala dan tantangan tersendiri. Pelebaran dari 5 meter menjadi 10 meter tersebut mengenai lahan milik masyarakat setempat.
Guna menyiasati ketiadaan alokasi anggaran ganti rugi tanah, pihak dinas melakukan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan dialog langsung bersama warga.
“Kuncinya ada pada komunikasi. Kami kumpulkan masyarakat untuk meminta izin dan kerelaan mereka melepaskan sebagian lahannya demi kepentingan umum tanpa ganti rugi uang. Alhamdulillah, pendekatan ini direspons baik dan pengerjaan di lapangan kini sudah berlangsung,” jelasnya.
Selain infrastruktur jalan, DPUPR juga terus mematangkan penanganan kendala teknis pada beberapa fasilitas penunjang lainnya, seperti pembangunan Embung Sidowayah.
Di tahun ini, PU anggarannya berkurang sekitar 50 persen dibandingkan dengan tahun 2025 atau sekitar Rp48 Miliar sebelum P-APBD. Tahun ini DPUPR Magetan tidak membangun tapi mempertahankan fungsi infrastruktur. Ada 4 UPTD, 1 URC yang diandalkan PU pada 2026 untuk bisa mempertahankan infrastruktur. Termasuk, UPTD SDA mempertahankan infrastruktur jaringan irigasi supaya tidak ada kebocoran, longsor. (far/mk)
