BerandaPeristiwaPendidikan & KesehatanPunya Dua Alat Baru, Kini Pasien Klinik THT RSUD Magetan Tak Perlu...

Punya Dua Alat Baru, Kini Pasien Klinik THT RSUD Magetan Tak Perlu Dirujuk ke RS Lain

Magetan – Klinik THT RSUD dr Sayidiman Magetan punya dua alat baru, yakni alat OAE dan Audiometri.

Dokter Klinik THT RSUD dr Saydiman Magetan, dr Khabiburrokhman mengatakan dua alat yang baru dipunyai rumah sakit ini sangat membantu diagnosa gangguan pendengaran yang dialami pasien.

Selama ini, karena tak memiliki alat tersebut, pasien tepaksa dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapat kepastian seberapa besar gangguan pendengaran yang dialami.

“Pasien datang dengan keluhan kurang begitu mendengar, nah kita tidak bisa mengetahui seberapa gangguan bisa didiagnosa, selama ini kia rujuk ke rumah sakit terdekat seperti Madiun atau Ponorogo. Sekarang tidak perlu,” jelasnya.  

Alat untuk tes OAE atau Oto Acoustic Emission merupakan pemeriksaan skrining tahap awal pada bayi untuk melihat kemungkinan terjadi gangguan ketulian atau tidak. Skrining sedari dini diperlukan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan agar dapat segera tertangani.

Sedangkan alat Audiometri, untuk pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan mendengar dan mendeteksi masalah pada pendengaran sejak dini. Gangguan pendengaran bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, dewasa, hingga lansia.

“Saat ini sedang kita proses pembangunan ruangan khusus kedap suara agar hasil tes ala audiometri ini maksimal, nanti ruangannya di sini,” katanya sembari menunjukkan ruangan paling belakang di klinik THT RSUD.

Hadirnya dua alat baru di klinik THT ini akan sangat membantu pasien dr Sayidiman Magetan karena tak perlu dirujuk ke rumah sakit lain untuk memastikan diagnosa gangguan pendengaran. Ini sebagai bagian dari komitmen pelayanan prima RSUD kepada pasien. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknokrasi Dingin: Saat Angka Menyingkirkan Kemanusiaan

PROGRAM bantuan sosial dan penetapan desil seolah menjadi panggung teknokrasi yang dingin: kaya angka,...

Graha Literasi: Membangun Infrastruktur Pikiran

ADA yang menarik perhatian pada acara Festival Literasi Magetan kali ini (2026), ketika pada...

Desil Jangan Jadi Teka-Teki, Gagasan Kang Suyat Layak Dicoba dari Tingkat RT

RAPAT Paripurna DPRD Magetan kali ini menyisakan satu hal penting yang justru berada di...
spot_img

Artikel Terkait