Rusak pada 2020, Jembatan Kompan yang Jadi Akses Penting Warga Desa Klagen Diresmikan

Barat – Sinar matahari pagi itu sudah terasa menyengat. Kepala Desa Klagen, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Susi Yuliana, menceritakan tragedi jembatan Kompan di desanya yang ambrol.

Ibu lurah ingat betul hari itu, Rabu (23/12/2020). Di mana, saat itu, hujan deras. Usai reda, Susi dilapori warganya bahwa jembatan Kompan pondasinya ambrol. Susi termenung sejenak.

Sebab, jembatan Kompan adalah salah akses penting bagi masyarakat Klagen, terutama petani. “Mengingat peristiwa itu, saya pasti emosional,” kenang Susi.

Hal itu dikatakan Susi di hadapan Bupati Suprawoto, Kepala DPUR Muhtar Wahid, jajaran Forkopimca saat peresmian jembatan Kompan di Klagen, Rabu (8/3/2023).

Susi melanjutkan cerita. Setelah mengecek kondisi ambrolnya jembatan, ibu lurah ini berpikir keras. Dari mana uang atau anggaran untuk membangun jembatan Kompan.

“Saya harus berbuat apa? Kalau menggunakan DD (dana desa, red), mungkin tiga empat tahun klir. Di sini, saya mewakili warga mengucapkan terima kasih pada Pak Bupati beserta jajarannya, ” terang Susi.

Bersyukur, Pemkab Magetan menetapkan ambrolnya jembatan Kompan dengan status darurat bencana. Sehingga, pembangunan jembatan disokong APBD 2022 dengan nilai Rp 754 juta. Proyek ini dikerjakan oleh CV Indo Karya.

“Masyarakat ada yang pesimistis. Supaya cita-cita jadi nyata, saya terus berdoa. Juga berkoordinasi dengan Bapak Bupati dan Kepala Dinas PUPR. Alhamdulillah, akhirnya proyek jembatan bisa gol,” kata Ibu Kades.

Bupati Suprawoto berpesan agar masyarakat Klagen merawat jembatan Kompan. Dengan begitu, life time-nya akan panjang. Dia berharap jembatan tersebut nantinya bisa membantu warga setempat untuk berinteraksi dengan desa lain.

Jembatan Kompan ini diharapkan juga berfungsi dan menjaga kelangsungan untuk anak cucu kelak. “Ini jembatan kita. Mari kita rawat. Sehingga, kita punya cerita yang baik untuk anak cucu kita,” pinta bupati.

Ia menambahkan, jembatan ini dibuat lebar namun jangan sampai alih fungsi. Suprawoto juga berpesan, jalan usaha tani harus dibangun dengan baik.

“Jangan sampai alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan. Membangun sebuah jembatan itu harus dijaga life time dan kegunaannya agar berumur panjang dan lestari,” terang Bupati Magetan Suprawoto. (mif/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Tambah 3, Jadi 5 Jembatan di Magetan Rusak karena Bencana Hidrometeorologi

Magetan – Jembatan yang rusak karena bencana Hidrometeorologi di...

Bencana Hidrometeorologi di Magetan Rusak Dua Jembatan di Ngariboyo dan Kawedanan

Magetan – Bencana Hidrometeorologi yang terjadi di Magetan mengakibatkan...

Hot this week

Pemprov Jatim Pastikan Riyin Jadi Ketua DPRD Magetan sebagai Plt Bukan Definitif

Magetan – Surat penetapan Riyin Nur Asiyah sebagai Pimpinan...

Tingkatkan Sinergi OPD, Bupati Pimpin Rakor Bahas Problem Magetan dan Solusinya

Magetan – Bupati Magetan Nanik Sumantri punya agenda rutin...

Tanam Bambu di EBP, Partai Demokrat Magetan Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI

Magetan - Sebanyak lebih dari 250 bibit bambu ditanam...

Rapat Paripurna DPRD Magetan, Bupati Beberkan Langkah atas Temuan BPK pada Laporan Keuangan 2025

Magetan – Rapat Paripurna DPRD Magetan dengan agenda Jawaban...

DPRD Magetan Umumkan Pemberhentian Suratno sebagai Ketua DPRD, dan Usulkan Penetapan Riyin

Magetan – DPRD Magetan akhirnya mengumumkan pemberhentian Suratno sebagai...

Terbaru

Popular Categories