Kembang Mekar

Subani, Legenda Hidup Tenis Meja Magetan yang Mendedikasikan Diri untuk Prestasi

Magetan – Orangnya sederhana. Tapi berpendirian dan tegas. Itulah sosok Subani, legenda hidup tenis meja Magetan. Lewat tangan dingin pria 77 tahun itu, terlahir petenis meja yang membawa nama Magetan harum di pentas olahraga regional, nasional dan bahkan internasional.

“Saya memang sudah berniat mendedikasikan masa pensiun untuk membina petenis junior,” ujar Subani ditemui di rumahnya di Desa Tambakrejo Kecamatan/Kabupaten Magetan, Rabu (02/11/2022).

Mantan Kepala SMPN 1 Karangrejo ini lantas bercerita. Kecintaannya pada olahraga ping pong tersebut dimulai di zaman Bupati Magetan Budiman.

“Waktu itu, saya dinas untuk ikut diklat kepelatihan. Baik diklat yang digelar PTMSI Jatim maupun PB PTMSI,” aku dia.

Ia mengaku pernah mengikuti diklat kepelatihan yang instrukturnya dari Tiongkok. Dari situlah, bapak empat putra ini makin termotivasi untuk bisa mencetak petenis meja junior.

“Tekad saya cuma satu. Saya harus bisa melahirkan petenis muda berbakat. Walaupun dari desa di lereng Gunung Lawu,” ungkap suami dari Muri Aida itu.

Sempat aktif di Pengkab PTMSI Magetan, Subani akhirnya mendirikan PTM Ormeta. Ia mewadahi petenis meja muda untuk mengasah diri. Ia menempa mereka dengan bekal ilmu kepelatihan yang dimiliki.

“Saya curahkan semua ilmu kepelatihan yang saya miliki. Karena pada prinsipnya, tiada hari tanpa latihan. Sebab, proses pasti tidak akan mengkhianati hasil,” itulah prinsip Subani.

Sejumlah nama petenis meja dilahirkan Subani. Di antaranya, Hendri Maibrata (Plaosan), dan Istiani Linda (Belotan). Kemudian ada Dinar Herdhiyanti Siwi serta
Aisya Dwi Azahra, yang merebut medali perunggu Porprov Jatim 2022.

Kini, trah tenis meja Subani menurun pada putri sulungnya Suravinda. Gadis kecil yang masih kelas V SDN Unggulan Magetan itu, memiliki bakat luar biasa. Suravinda di telah merebut juara di berbagai kejuaraan.

“Menjadi juara itu mudah. Yang sulit adalah prosesnya. Karena bagi saya, atlet harus latihan tiap hari. Minimal dua jam.”

Di usianya yang senja, tekad Subani tak pernah padam. Semangatnya mengasuh petenis meja junior tidak pernah luntur. “Hanya ilmu yang bisa saya tularkan pada anak-anak. Karena itu yang saya miliki,” ucap Subani sembari tatap matanya menerawang. (mif/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment