Magetan – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Magetan menyatakan Gedung Pusat Literasi terus dioptimalkan sebagai tempat kegiatan literasi di Magetan. Langkah ini sekaligus menepis anggapan Gedung tersebut sepi kegiatan atau mangkrak.
Kepala Dinas Arpus Magetan, Endang Ambarwati, mengungkapkan kegiatan di Gedung Literasi sangat tinggi dengan berbagai agenda literasi yang terintegrasi setiap harinya.
“Gedung Literasi ini hampir tidak pernah kosong dari kegiatan. Sepanjang tahun 2025 lalu, tercatat ada sekitar 107 kegiatan. Tahun ini, hingga akhir Juli 2026, jumlahnya sudah mencapai 73 kegiatan,” kata Endang, Rabu (12/8/2026).
Endang menjelaskan, beragam program unggulan disentralisasi di fasilitas ini untuk memacu budaya baca masyarakat. Agenda tersebut meliputi penumbuhan minat baca, Pemilihan Duta Baca, Lomba Writer Trainer, hingga Lomba Bertutur. Selain kejuaraan literasi, Dinas Arpus juga rutin menggelar bimbingan teknis (bimtek) tata kelola kearsipan dan perpustakaan bagi para pengelola perpustakaan di wilayah Magetan.
Untuk mendorong partisipasi publik yang lebih luas, pihak dinas membuka akses Gedung Literasi secara cuma-cuma bagi masyarakat umum yang ingin menggelar kegiatan positif.
“Masyarakat silakan memanfaatkan Gedung Literasi ini. Semua layanan dan penggunaan fasilitas tidak dipungut biaya alias gratis,” tambahnya.
Menjawab tantangan era modern, Dinas Arpus Magetan saat ini tengah merancang inovasi baru berupa Ruang Literasi Digital. Fasilitas ini disiapkan agar pola pembelajaran tidak hanya terpaku pada media cetak atau buku konvensional, melainkan juga menyajikan konten edukasi berbasis visualisasi interaktif.
“Saya usulkan di anggaran perubahan,” ungkapnya.
Pengembangan literasi digital ini dirancang selaras dengan arahan Surat Edaran (SE) Bupati Magetan terkait pembatasan penggunaan gawai (gadget) pada anak. Melalui pendekatan visual yang terarah di ruang digital literasi, pemanfaatan gawai dikemas menjadi sarana edukatif yang terkontrol. (far/mk)

