Uji Publik Penataan Dapil dan Alokasi Kursi, Skema Jadi 6 Dapil Paling Diminati

Magetan – Uji publik terkait rancangan penataan daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi anggota DPRD Kabupaten Magetan untuk Pemilu 2024, cukup seru. Pasalnya, beberapa undangan saling menyuarakan pendapatnya pada uji publik yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Magetan, Selasa (13/12/2022).

KPU Magetan membuat tiga skema perubahan dapil yang sudah disosialisasikan. Dari tiga skema tersebut, banyak dari para peserta uji publik mengusulkan sekema yang ketiga. Rancangan ketiga ini dapil menjadi 6, yaitu Magetan 1: Magetan, Panekan. Magetan 2: Barat, Karangrejo, Karas, Kartoharjo. Magetan 3: Sukomoro, Bendo, Maospati. Magetan 4: Takeran, Kawedanan, Nguntoronadi. Magetan 5: Parang, Lembeyan, Ngariboyo. Magetan 6: Poncol, Plaosan, Sidorejo.

Kepala Desa Soco, Didik Haryanto, menyetujui perubahan dapil. Menurut dia, sudah sepuluh tahun lebih dapil yang berlaku sekarang tidak ada perubahan. Didik menyampaikan pilihan skema ke tiga adalah yang terbaik sebagai upaya perubahan dapil yang ada di Kabupaten Magetan.

“Perubahan dapil ini sangat perlu. Dan saya memilih opsi ke tiga, dimana jika bicara terkait pembangunan di Magetan, semakin banyak dapil itu bagus. Hal itu suatu cara mendekatkan wakil dari pemilihnya dan semakin dekat wakil rakyat dengan pemilihnya itu akan bagus,” jelas Didik.

Ketua PKN Magetan, Wagiyo, mengatakan jika perubahan dapil terjadi, dirinya lebih memilih skema ketiga. Menurutnya, semakin banyak dapil di Magetan akan terjadi pemerataan.

 “Saya lebih memilih opsi ke tiga. Karena opsi tersebut akan lebih tercipta keadilan dan pemeratan. Sampai saat ini masih banyak warga atau masyarakat belum tersentuh bantuan,” usulnya.

Senada dengan Didik dan Wagiyo, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan, Rita Haryati memilih opsi yang sama.

 “Dari PDI Perjuangan memilih opsi ke tiga. Secara demokrasi dan demografi itu lebih akurat. Untuk kita yang duduk sebagai wakil rakyat, bisa lebih dekat dengan yang diwakilinya,” tuturnya singkat.

Dari pantauan magetankita.com, kebanyakan dari peserta yang hadi dalam uji publik lebih banyak memilih opsi ketiga. Sedangkan ada beberapa dari ketua partai yang masih ingin dengan dapil saat ini atau pada skema pertama, seperti Partai Demokrat Magetan dan Partai Amanat Nasional Magetan. (rud/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

KPU Magetan Tetapkan Pasangan Nanik-Suyat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Magetan — Babak baru dalam sejarah politik Kabupaten Magetan...

Jumat di Sarangan, KPU Magetan akan Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Magetan

Magetan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan resmi...

Hot this week

Belajar dari Kasus Pokir, Ketua Partai Gelora Magetan Ingatkan Tupoksi Anggota Dewan

Magetan – Kasus dugaan korupsi dana pokir yang menimpa...

Keterlaluan! Dua Tahun Atap Bocor di Pasar Takeran Magetan Tak Diperbaiki, kalau Hujan Pedagang Tak Bisa Jualan

Takeran – Sudah sekitar dua tahun, Yayuk Kristiana tak...

Tak Ketinggalan, ASN di Lingkup Pemerintah Kecamatan Takeran Gelar Aksi Beli Telur Peternak Magetan

Takeran - Gerakan ASN membeli telur dari peternak lokal...

Bangunan di Saluran Tambran Dua Magetan Mulai Ditertibkan, BBWS Solo Kirim Surat Teguran Pertama

Magetan – Bangunan di atas drainase Tambran, mulai ditertibkan....

Kapan Pengacara Bisa Melakukan Pendampingan di Perkara Pidana?

PERTANYAAN di atas sering menjadi pertanyaan masyarakat umum ketika...

Terbaru

Popular Categories