Magetan – Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia di Magetan menyampaikan keluhan persolan yang dihadapi peternak ke Anggota DPR RI Riyono Caping. Penyampaian itu difasilitasi DPRD Magetan di Ruang Paripurna, Sabtu (8/8/2026).
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Magetan Surohman mengatakan sudah 4 bulan sejak lebaran, persoalan yang dihadapi peternak tak kunjung selesai.
“Biasanya sebulan dua bulan selesai, ini lama luar biasa,”
Surohman mengatakan saat ini pakan naik tiap minggu. Peternak berharap ada solusi atas permasalahan mereka.
“Kenaikan pakan tak berimbang dengan harga telur. Berikutnya, penjualan telur dalam kondisi tidak bagus karena oversuplai,” katanya.
Anggota DPR RI Riyono Caping berkomitmen untuk menyelesaikan masalah petani.
“Yang paling cepat ada dua. Minggu depan kemeterian akan melakukan pembelian ternak yang afkir. Kedua, pembatasan populasi,” ungkapnya, Sabtu (8/8/2026).
Riyono mengatakan izin peternakan baru untuk meningkatkan populasi harus disetop. Riyono meminta peternak berkirim surat resmi ke DPR RI dan Kementerian. Dia berjanji akan malembawa isu ini ketika memasuki sidang pascareses pada 12 Agustus 2026 mendatang.
Data Dinas Perikanan dan Peternakan sejumlah sebab harga telur anjlok diantaranya, ada perang harga di tingkat pasar.
Penyebab lain, jumlah produksi telur di Magetan mencapai 80 ribu ton. Sebanyak 30 ribu ton untuk kebutuhan di Magetan. Sisanya, untuk pasokan luar Magetan.
Harga telur di kandang saat Rp 19-20 ribu per kilo. Sedang nilai BEP, di kisaran Rp 23.500 per kilo. (far/mk)

