Magetan – Program Sinergitas yang diwacanakan sebagai pengganti pokir Anggota DPRD Magetan pada tahun 2026, masih ditutup sangat rapat.
Belum ada pihak yang mau menjelaskan secara rinci mengenai program yang disodorkan eksekutif kepada DPRD Magetan ini.
Pihak eksekutif dan legislatif yang ditemui enggan berkomentar. Mereka jadi tertutup soal program sinergitas. Padahal, program ini menggunakan APBD yang memiliki prinsip transparan dan akuntabel.
Koordinator Forum Rumah Kita Magetan, Rudi Setyawan menilai program sinergitas sebagai pengganti pokir mengancam hilangnya aspirasi masyarakat yang disampaikan lewat DPRD.
“Pokir ada aturannya, sedang sinergitas ini pakai pijakan apa. Ini yang perlu dipertanyakan. Kalau mengganti pokir ya harus mengganti aturannya. Kemudian, ini menghilangkan aspirasi masyarakat lewat anggota dewan,” katanya, Senin (17/11/2025).
Menurut dia, seharusnya mekanisme pokir yang dibenahi, bukan diganti.
Selain itu, dia meminta program ini harus disosialisasikan, bukan malah ditutup-tutupi.
“Karena program menyangkut masyarakat, harus dijelaskan seterang-terangnya ke publik,” imbuhnya.
Kabar yang dihimpun magetankita.com, program sinergitas ini masih tahap awal. Belum ada pembahasan di gedung dewan. Namun, di luar gedung, sudah ada pertemuan yang terjadi antara pihak eksekutif dan legislatif terkait wacana sinergitas ini.
Sejak disodorkan eksekutif ke legislatif, dari 45 anggota DPRD Magetan, sebanyak 20 anggota dewan menyatakan tidak setuju dengan tak mengambil sinergitas. (far/mk)





