Magetan – Pemkab Magetan memastikan penangana pascalongsor di jalur lingkar Selatan Telaga Sarangan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.
Pada tahap awal, pemkab memrioritaskan penanganan agar tak menimbulkan korban dari wisatawan. Area longsor ditutup total, tak bisa dilalui.
“Meski sebetulnya masih bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor, agar longsor tak meluas dan membahayakan wisatawan, area tersebut ditutup. Tak boleh dilalui dengan alasan apapun,” kata Sekda Magetan Welly Kristanto, Selasa (20/1/2025).
Sekda mengungkapkan jalan sudah ditutup barrier Dishub dan dijaga secara bergantian antara personel Dishub, BPBD, Satpol PP, dan Dinas kebudayaan dan Pariwisata.
“Penjagaan akan diperketat pada puncak kunjungan wisatawan seperti Sabtu dan Minggu,” lanjut Welly.
Area longsor juga telah ditutup plastik agar tak terjadi longsor susulan.
Selain itu, pemkab telah melakukan koordinasi maraton dengan BBWS Solo dan Perhutani sebagai pemilik kawasan Telaga Sarangan untuk penanganan lanjutan.
“Melalui Kepala Unit Pengelola Bendungan, mulai kejadian air telaga akan diturunkan bertahap untuk mengetahui area terdampak longsor. Hal ini untuk mengetahui seberapa dalam longsor untuk menentukan langkah perbaikan,” jelasnya.
Welly menambahkan BPBD Magetan juga telah meminta assesmen dan bantuan rehabilitasi longsor telaga ke BPBD Jawa Timur.
Longsor jalur lingkar selatan Telaga Sarangan terjadi pada Sabtu (17/1/2026) pagi yang menyebabkan sejumlah kendaraan terjun ke telaga. (far/mk)
