Magetan – Momentum Idul Adha 1445 H menjadi waktu bagi Muhamad Nur Sodiq, pulang kampung. Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko itu datang ke Pondok Pesantren Subulus Syafi’in di Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan Magetan.
Dia datang didampingi sejumlah pengurus Partai Gerindra Magetan.
Nur Sodiq merupakan ketua Dewan Pembina pondok yang didirikan Pesantren Alm. KH Muhammad Suprianto Ubaidillah (Gus Pri).
“Saya dan Almarhum Gus Pri berteman baik. Sejak awal kami sama-sama concern untuk mengembangkan pendidikan kepada siswa dan santri berbasis pembentukan karakter. Pendidikan di sini selain menekankan tentang aqidah dan hafalan Quran, kami sangat membekali santri -santri untuk memiliki akhlakul qorimah,” ungkapnya, Senin (17/6/2024).
Lelaki kelahiran Maospati, Magetan itu memang sangat akrab dengan dunia pendidikan dan sosial. Sodiq juga membina sekolah TK hingga SMPIP Hidayatul Ummah, Panti Asuhan Asih di Madiun dan Sekolah Islam Lazuardi Madani di Bogor. Selain itu Sodiq juga sempat menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi negeri.

Pengasuh, dan santri Pondok Pesantren Subulus Syafi’in menyembelih 3 ekor sapi dan beberapa kambing. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat fakir miskin di sekitar pondok hingga ke beberapa desa sebelah.
Nur Sodiq mengatakan berkurban menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat kepedulian kepada sesama umat manusia.
“Di tengah semakin individualisme kehidupan di masyarakat, keikhlasan dan ketulusan berkurban seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim menjadi nilai diri yang perlu ditanamkan sejak dini, seperti yang dilakukan di beberapa sekolah ataupun pondok pesantren,” jelas salah satu yang disebut-sebut bakal maju calon Bupati Magetan itu.
Setelah pembagian daging qurban, kegiatan dilanjutkan kunjungan melihat kondisi pondok. Tidak lupa melihat Batik Kepo, batik produksi pondok yang dikerjakan para santri. Acara diakhiri dengan silaturahmi. menyantap sate dan gulai kambing. (rud/mk)





