Magetan – Baru kemarin, media memberitakan ruang fiskal di Magetan kian sempit, karena transfer pusat yang turun dan kemampuan efisiensi hanya di kisaran 5-10 persen. Namun di tengah hal itu, Pemkab Magetan mengajukan anggaran sebesar Rp 3,5 Miliar untuk videotron.
Kabarnya, Videotron ini akan dipasang di Pasar Baru. Seperti di kota-kota besar, videotron menghiasi bangunan mal yang menampilkan iklan.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) dari Fraksi Golkar Didik Haryono, menolak pengajuan ini. Menurutnya, tidak prioritas dan kurang produktif.
“Ketika warga sambat jalannya rusak, dijawab dana transfer terbatas. Ketika pedagang sambat pasarnya rusak, jawabnya tidak ada dana. Anehnya, ketika ada dana malah dibelikan 18 mobil dan videotron Rp3,5 miliar. Oh, pemimpinku,” katanya, Jumat (21/8/2026).
Didik menjelaskan anggaran videotron ini muncul dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) saat rapat bersama Tim Anggaran Pemkab dengan Banggar DPRD Magetan membahas Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Tahun Anggaran 2027.
Didik mengatakan, besarnya anggaran pembangunan videotron tidak sebanding dengan potensi pendapatan pajak reklame videotron di Magetan. Berdasarkan data yang dimilikinya, pendapatan pajak reklame videotron dalam setahun hanya sekitar Rp245 juta.
“Kalau pengadaannya Rp3,5 miliar, butuh berapa tahun untuk bisa kembali? Belum perawatan dan lain sebagainya,” ungkap Ketua Partai Golkar Magetan itu.
Menurut dia, kebijakan penganggaran semestinya mempertimbangkan aspek prioritas, produktivitas, dan manfaat bagi masyarakat. Penolakan juga disampaikan Didik terhadap rencana pengadaan mobil operasional camat dengan nilai sekitar Rp5 miliar.
“Saya sepakat mobil camat yang sudah rusak perlu diganti. Tetapi apakah harus diganti secara bersamaan sampai menyedot anggaran Rp5 miliar?” katanya.
Didik menilai Pemkab Magetan perlu lebih cermat menentukan skala prioritas dalam menyusun anggaran. Karena, masih banyak infrastruktur jalan yang lebih membutuhkan perhatian. (far/mk)

