Magetan – Pasar Baru tak berhenti berpolemik. Setelah masalah parkir beberapa waktu lalu, kali ini terkait rencana investor membangun bioskop di Pasar Baru.
Pemilik toko alat tulis Ranipuri, Mahadhika mengaku diminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan untuk mencari tempat baru. Karena, tokonya akan terkena akses menuju bioskop.
“Saya kaget dengan cara-cara pemerintah berkomunikasi dengan pedagang. Tiba-tiba datang dengan meminta cari pandangan lokasi lain karena ada bioskop. Apakah begini pemerintah bekerja, membela investor besar dengan mengusir pedagang,” katanya, Kamis (23/7/2026).
Dhika menjelaskan tokonya telah beroperasi sekitar 25 tahun. Kakeknya, membeli toko tersebut pada 1999 dari pengembang Pasar Baru. Tokonya bukan bagian dari ruang terbuka yang pernah disewakan ke Pengusaha Koh San selama 30 tahun.
“Kalau itu yang sekarang menjadi MPP dan gedung kesenian. Toko ini bukan bagian dari itu,’’ tegasnya.
Permintaan Disperindag untuk wacana pindah ditolak. Mahadhika menyurati dewan untuk difasilitasi terkait keluhannya. Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati, datang ke Pasar Baru.
Rita berdialog dengan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru, dan Mahadhika pada kesempatan yang tak bersamaan. Dia ingin menggali persoalan di Pasar Baru terkait rencana investor membangun gedung bioskop. Rita ingin mendapatkan gambaran utuh mengenai duduk perkara di Pasar Baru.
Tak hanya itu, dia juga melihat lokasi yang bakal menjadi gedung bioskop, MPP, dan pintu-pintu yang mengakses ke lokasi gedung kesenian yang akan dijadikan bioskop.
“Kami sudah jadwalkan Rapat Dengar Pendapat. Kami undang Disperindag, Mas Dhika, Paguyuban Pasar. Semoga nanti solusi,” katanya.
Komisi B DPRD Magetan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat soal Pasar Baru pada Jumat (24/7/20260 pagi. (far/mk)
