“Kampus dapat menjadi ruang pembinaan atlet, pengembangan olahraga masyarakat, peningkatan kebugaran, manajemen kegiatan olahraga, serta pengembangan wisata olahraga yang aman dan berkelanjutan. Fasilitas olahraga di kampus juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran, pelatihan, kompetisi, dan kegiatan bersama Masyarakat,” katanya.
Sejalan dengan potensi wilayah itu, program studi yang akan dikembangkan diprioritaskan pada bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan daerah, meliputi ekonomi kreatif, pertanian, pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan.
Pengembangan program studi tersebut akan didukung Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Kewirausahaan yang telah direncanakan sebagai bagian dari fasilitas Kampus Unesa di Kebonagung. Laboratorium tidak hanya difungsikan sebagai sarana praktikum mahasiswa, tetapi juga diarahkan menjadi pusat penelitian terapan, pengembangan inovasi, pengujian produk, dan penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta pelaku usaha di Kabupaten Magetan.
Fungsi Laboratorium Terpadu juga dapat diperluas untuk mendukung pengembangan pariwisata dan olahraga. Sementara itu, Laboratorium Kewirausahaan dikembangkan sebagai ruang untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan bisnis mahasiswa serta masyarakat. Laboratorium ini diarahkan untuk mendukung pengembangan produk, desain kemasan, penguatan identitas merek, pemasaran digital, pengelolaan usaha, dan penyusunan model bisnis. Pendampingan juga dapat diberikan kepada pelaku usaha kuliner, kerajinan, jasa pariwisata, penyelenggara kegiatan olahraga, serta usaha mikro yang berada di sekitar destinasi wisata.
Ke depan, laboratorium Kampus UNESA di Magetan diharapkan berkembang sebagai pusat inovasi dan pembelajaran bersama atau living laboratory.
Melalui integrasi fungsi akademik, penelitian, pelayanan, pengembangan karakter, olahraga, pariwisata, kewirausahaan, dan pemberdayaan potensi lokal, Kampus Unesa di Kebonagung dirancang bukan sekadar sebagai kumpulan bangunan pendidikan, melainkan sebagai lingkungan pembelajaran yang utuh.
“Setiap ruang dan kegiatan menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang berilmu, sehat, berkarakter, kreatif, inovatif, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” kata Sugeng. (far/mk)


