Magetan – Akhir tahun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan membuat warga Magetan tersenyum bahagia.
Betapa tidak, Magetan telah memiliki jalur pintu masuk yang lebar dan mulus. ‘Twin Road’ Maospati – Sukomoro yang akhirnya rampung.
“Dibantu oleh provinsi. Tak banyak yang tahu, kalau itu prosesnya 16 tahun. Sepertinya umur saya habis untuk ngurusi itu. Prosesnya ternyata lama dan berat,” ungkap Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wahid, Rabu (17/12/2025).
Bagi PUPR Magetan, infrastruktur jalan menjadi prioritas karena bagian dari melayani warga, mendukung konektivitas dan mobilitas untuk menunjang perekonomian.
“Beberapa ruas jalan besar sudah selesai dan sebagian lagi hampir rampung. Ini bisa menjadi kado tahun baru bagi masyarakat Magetan,” katanya.
Lalu, pintu lain ke Magetan, Maospati – Bendo. Menurut Muhtar, pembangunan juga sebelumnya berkali-kali gagal.
“Ini akan kita rampungkan hingga Kawedanan,” katanya.
Proyek yang hampir tuntas di antaranya Jalan Genengan–Lembeyan, disusul ruas Lembeyan–Gorang-gareng–Maospati. Selain itu, lanjutan pekerjaan dari tahun sebelumnya juga terus diselesaikan, seperti Jalan Madiun–Genengan–Takeran dan Tulung–Kenongmulyo.
“Semua jalur masuk ke Magetan dibuat lebar dan mulus. Ini teras kita. Kami baru saja rapat dengan KAI akhir tahun ini, pintu Stasiun Magetan juga sudah bisa digunakan,” jelasnya.
Tak hanya jalan, DPUPR juga menuntaskan pelebaran dan perbaikan ruas Parang–Turus–Plaosan hingga Genilangit.
Sejumlah sarana pendukung lain turut dibenahi, seperti Gedung Budaya dan Plaza Ndoyo yang sudah bisa dimanfaatkan pada akhir tahun untuk pertunjukan dan kegiatan pariwisata.
“Tidak ada hari tanpa bekerja memperbaiki infrastruktur. Jalan yang baik dan layak ini adalah kado Tahun Baru 2026 untuk warga Magetan agar pembangunan dan mobilisasi ekonomi makin lancar,” tegasnya.
Tahun depan, DPUPR akan memperbaiki akses yang menghubungkan Monumen Reyog Ponorogo ke Magetan. (far/mk)
