Magetan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengingatkan cuaca kemarau saat ini terkait ketersediaan air untuk pertanian. Karena itu, DPUPR Magetan meminta GHIPPA (Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air) Jaringan Irigasi Permukaan dan HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) melanjutkan prinsip keadilan dalam pembagian air untuk pertanian.
Menurut Muhtar, peran GHIPPA dan HIPPA bersama pemerintah menentukan keberhasilan pengairan yang muaranya mewujudkan ketahanan pangan.
“Jangan sampai banyune adem, tapi siatuasinya panas. Jangan sampai ada konflik gara-gara pembagian air untuk petani,” kata Muhtar dalam kegiatan Monev dan Penguatan Kelembagaan GHIPPA dan HIPPA Magetan, Selasa (21/7/2026).
Muhtar juga meminta GHIPPA dan HIPPA meningkatkan budaya gotong-royong yang dinilai mulai luntur. Gotong-royong membersihkan saluran irigasi, dan melestarikan lingkungan.
“Tak cukup hanya merawat yang ada. Kalau bisa memunculkan sumber air baru dengan reboisasi. Menanam pohon dan melestarikan lingkungan,” tambahnya.
Muhtar berjanji memberikan reward terhadap GHIPPA dan HIPPA yang konerjanya baik pada HUT PUPR Desember mendatang.
Di Magetan terdapat 30 GHIPPA dan 110 HIPPA dengan lebih 120 titik sumur irigasi.
Tahun ini, DPUPR Magetan mengusulkan penambahan 5 sumur baru dan puluhan jaringan irigasi dengan nilai sebesar Rp13,9 Miliar ke Pemerintah Pusat. (far/mk)
