BerandaPeristiwaKawasan Berfilosofi Mahkota, Unesa Paparkan Rencana Pengembangan Kampus di Kota Magetan (2/habis)

Kawasan Berfilosofi Mahkota, Unesa Paparkan Rencana Pengembangan Kampus di Kota Magetan (2/habis)

Surabaya – Universitas Negeri Unesa (Unesa) memaparkan rencana pengembangan Kampus Unesa 5 di kota Magetan sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan tinggi dan penguatan kontribusi Unesa terhadap pembangunan wilayah Jawa Timur bagian barat.

Kampus direncanakan berdiri di atas tanah eks bengkok milik Kelurahan Kebonagung yang terdiri atas 13 sertifikat dengan luas keseluruhan mencapai 16,18 hektare.

Lalu, apa saja yang bakal dibangun di sana?

Direktur Perencanaan, Pengembangan, dan Pelaporan Universita Negeri Surabaya (Unesa), Sugeng Harianto memaparkan kampus direncanakan berdiri di atas tanah eks bengkok milik Kelurahan Kebonagung yang terdiri atas 13 sertifikat dengan luas keseluruhan mencapai 16,18 hektare. Pada sisi barat, kawasan berbatasan dengan permukiman warga, jalan Karya Tani, dan SMK PGRI 1 Magetan, sedangkan sisi utara, timur, dan selatan berbatasan dengan area persawahan terbuka.

Menurut Sugeng, pengembangan kawasan dirancang dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan aksesibilitas lahan.

Akses masuk utama kampus direncanakan berada di sisi barat daya. Namun, posisi lahan yang berada di belakang kawasan sekolah dan permukiman warga menyebabkan belum tersedianya jalur masuk langsung yang memadai dari jalan utama.

“Oleh karena itu, diperlukan pembebasan lahan untuk membangun jalan penghubung yang dapat mendukung mobilitas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, masyarakat, serta kendaraan pelayanan kampus,” ungkapnya, Rabu (5/8/2026).

Penataan ruang Kampus UNESA di Kebonagung mengangkat filosofi Mahkota sebagai representasi identitas UNESA sebagai Kampus Rumah Para Juara. Mahkota dimaknai sebagai simbol pencapaian tertinggi, kehormatan, keunggulan, kepemimpinan, dan keberhasilan. Filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam komposisi kawasan yang terarah, mulai dari gerbang utama, bangunan akademik, ruang terbuka, hingga masjid sebagai titik puncak kawasan.

Jalur utama kampus dirancang dengan pola melengkung yang membentuk alur menyerupai bagian-bagian mahkota. Jalur tersebut mengikat dan memeluk ruang terbuka serta menghubungkan bangunan-bangunan utama dalam satu kesatuan kawasan.

“Pola ini tidak hanya menciptakan keterhubungan antarfungsi, tetapi juga menggambarkan perjalanan mahasiswa sejak memasuki kampus, menjalani proses pendidikan dan pembinaan, mengembangkan potensi, hingga mencapai prestasi tertinggi,” katanya.

Penataan fungsi kawasan dilakukan secara bertahap melalui pembagian zona publik, semi-publik, dan privat dari bagian luar menuju bagian dalam kampus. Zona publik menjadi ruang penerimaan dan interaksi awal dengan masyarakat. Zona semi-publik menjadi pusat kegiatan akademik, pelayanan, dan aktivitas mahasiswa, sedangkan zona privat digunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ketenangan, konsentrasi, dan pengendalian akses. Susunan ruang tersebut membentuk kawasan yang tertib, mudah dipahami, dan mendukung efektivitas penyelenggaraan kegiatan kampus.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Unesa Paparkan Rencana Pengembangan Kampus di Kota Magetan (1)

Surabaya – Rencana pengembangan Kampus Unesa 5 di kota Magetan mengundang perdebatan. Mulai dari...

DPRD Magetan Lengkapi Administrasi Usulan Ketua DPRD, Hari Ini Dikirim ke Provinsi

Magetan – DPRD Magetan telah menyelesaikan kelengkapan administrasi yang diminta Biro Pemerintahan dan Otonomi...

Dinilai Sangat Positif, Forum IKM Magetan Desak Bupati Setujui Rencana Kampus Unesa di Tengah Kota

Magetan – Rencana pengembangan Kampus Unesa 5 di tengah kota Magetan dinilai sangat positif...

Artikel Terkait