Demikian juga di tempat lainnya di wilayah Magetan selain Maospati yang telah mengesahkan siswanya sejak 1974, di Takeran pada tahun 1975 juga mulai mengesahkan siswanya. Sedang yang melatih di Takeran waktu itu diantaranya adalah Mas Abu Mufadlo (mBah Ling), Mas Tohir, Mas Supri, Mas heri, Mas Kyai Zuhdi Tafsir dll. Dari sinilah kemudian PSHT mulai mendapat tempat di hati masyarakat.
Sedang untuk memenuhi nazar kita berjalan kaki dari Magetan-Solo, kemudian kita berempat menyusun agendanya. Di suatu malam, dari tempat saya kost di Candirejo kita berempat memulai perjalanan dengan berjalan kaki ke Solo lewat Cemorosewu-Tawangmangu-Solo. Sedang jalan antara Sarangan-Tawangmangu waktu itu masih makadam. Belum ada kendaraan roda empat yang berani lewat, karena sempit.
Selain sempit jalannya juga licin. Jalan berbatu itu banyak ditumbuhi lumut. Ketika kita berjalan harus ekstra hati-hati. Di tempat-tempat tertentu kita harus perpegangan pada akar-akar pohon di tebing-tebing pinggir jalan agar tidak terpeleset.
Kalau tidak ada akar juga ranting-ranting pohon yang kira-kira kuat untuk berpegangan. Dengan berbekal seadanya disertai “sentolop” warna putih terbuat dari seng itu kita berjalan pelan-pelan.
Dengan segala suka dan duka dalam perjalanan, malam hari berikutnya sampailah kita di Solo. Karena memang tidak punya uang untuk menginap di losmen murah sekalipun, maka kita kemudian minta ijin nginap di Polsek Jebres dekat Stasiun Jebres.
Tidurnya pun dibangku di teras Polsek. Baru esoknya kita berempat naik kereta api turun di Stasiun Barat, kemudian dilanjutkan naik delman ke Maospati.






Saya selama ini selalu mengikuti tulisan kang Woto di majalah Panjebar Semangat, sayangnya sekarang beliau tidak menulis di PS lagi. Dan saya pingin sekali punya buku autobiografinya.
Saya selama ini selalu mengikuti tulisan kang Woto di majalah Panjebar Semangat, sayangnya sekarang beliau tidak menulis di PS lagi. Dan saya pingin sekali punya buku autobiografinya.
Alamat saya Temanggung Jawa Tengah
sembah nuwun ilmu sejarahnya bpk… Ilmu sejarah saking pelaku utama.. yg sangat menginspirasi.. untuk selalu bekerja keras,tekun,melestarikan budaya leluhur tetapi menggapai pendidikan formal tertinggi..
Mas Muhisom matur nuwun telah mengikuti tulisan saya di Majalah Jawa Panjebar Semangat. Tulisan saya rutin sejak 2009 sd 2025 bbrp bulan ini memang sy minta istirahat sebentar setelah sekitar 16 tahun menulis setiap minggu tanpa henti. Alasan saya berhenti sementara krn sedang menyiapkan penerbitan buku saya “Dinamika dan Hapusnya Swapraja di Indonesia.” Alhamdulillah buku skrng sudah diterbitakan penerbit Kencana Jakarta.
Oh ya sebagai bentuk apresiasi sy kpd panjenengan yg menginginkan buku autobiografi saya dlm bahasa Jawa “Dalane Uripku” (telah mendapat rekor Indonesia -Dunia Muri sebagai penulis autobiografi pertama bhs Jawa) bisa “minta alamatnya panjenengan” insya Allah kalau nanti masih ada versi cetaknya akan sy kirim ke alamat panjenengan.
Matur nuwun kagem Bapak Suprawoto.
Alamat kulo;
Muhisom Setiaki
Seklinting Rt 01 Rw 01 No. 5 Ngimbrang Bulu Temanggung 56253 Jawa Tengah
( Belakang hotel Ardita )
No. Hp. 0857-0198-1500
Muhisom Setiaki
Alamat: Seklinting No. 5 Rt 01/01 Ngimbrang, Bulu, Temanggung 56253 Jawa Tengah
( Belakang Hotel Ardita )
No. Hp. 0857-0198-1500
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, salawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw.
Bapak Suprawoto yang dirahmati Allah. Buku kiriman panjengan 1. Antuk Amanah Bupati Magetan, karya panjenengan. 2. Menjadi Relawan Dokter Penanganan Covid-19 karya putri jenengan dr. Melati Arum Satiti Sp. A, M. Sc telah saya baca tamat. Insya Allah buku-buku itu akan saya kirim ke anak saya yang bekerja di Jakarta. ( yang dulu ditolong panjenengan saat kuliah dengan kebaikan panjenengan membeli buku-buku saya )Dan keduanya-duanya isinya sangat menginspirasi.
Semoga anak saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari isi kedua buku itu.
( Maaf sebelumnya, apakah ada buku karya jeneengan yang lain yang masih sisa ? sudilah mengirim ke alamat saya. Terima kasih ) Tulisan-tulisan panjenengan sepertinya sederhana, tetapi isinya sangat mengispirasi dan memberi banyak pelajaran dalam kehidupan.
Luar biasa kang mas dedikasi dan perjuangan panjenengan dalam mengembangkan PSHT di Magetan, semoga amal panjenengan berdua senantiasa menjadi amal jariah yg akan mengantarkan panjengan masuk ke dalam sorga Allah SWT. Aamiin Allahumma Amiin. Dan Alhamdulillah saya salah satu warga tingkat 1 yg disahkan di Madiun, kemudian disahkan tingkat 2 di Padepokan Magetan.
Matur nuwun Kang Mas Woto atas ilmu sejarah perkembangan PSHT Cabang Magetan. Apresiasi kangge panjenengan, selain pendekar sepuh panjenengan juga sebagi birokrat & sastrawan Jawa.
Salam paseduluran saking Sukoharjo Jawa Tengah.
Matur suwun atas informasi sejarah Perkembangan PSHT di Kota Magetan yang di tulis langsung Oleh Pelaku Sejarah Langsung kangmas Woto …
matur suwun sanget kangmas , semoga Jadi Ladang Ibadah kagem Panjenengan
salam Kenal Katresnan dari
Adimas Akhmad Syahid Riyadi
tawanganom Magetan
pengesahan 1994 Tingkat 1
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, salawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw.
Bapak Suprawoto yang dirahmati Allah. Buku kiriman panjengan 1. Antuk Amanah Bupati Magetan, karya panjenengan. 2. Menjadi Relawan Dokter Penanganan Covid-19 karya putri jenengan dr. Melati Arum Satiti Sp. A, M. Sc telah saya baca tamat. Insya Allah buku-buku itu akan saya kirim ke anak saya yang bekerja di Jakarta. ( yang dulu ditolong panjenengan saat kuliah dengan kebaikan panjenengan membeli buku-buku saya )Dan keduanya-duanya isinya sangat menginspirasi.
Semoga anak saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari isi kedua buku itu.
( Maaf sebelumnya, apakah ada buku karya jeneengan yang lain yang masih sisa ? sudilah mengirim ke alamat saya. Terima kasih ) Tulisan-tulisan panjenengan sepertinya sederhana, tetapi isinya sangat mengispirasi dan memberi banyak pelajaran dalam kehidupan.