Tentu saja dengan adanya latihan bersama, saya bisa bertemu dan mulai kenal dengan teman-teman dari Maospati kalau latihan bersama di Balai Desa Oro Oro Ombo ketika itu. Dalam latihan bersama, kita semua selain silaturahmi, juga bisa tukar menukar teknik juga ditutup dengan sambung persaudaraan.
Dan ketika tingkat putih saya sebagai siswa ada perasaan bangga dalam hati ketika itu, bahwa kita akan bertambah saudara dalam ikatan PSHT. Latihan yang dijalani sekian lama tidak lama lagi akan mencapai titik kulminasi dengan menjadi sedulur “tunggal kecer.” Sampai di tingkat putih latihan tingkat pusat Madiun diikuti sebanyak 49 siswa.
Ketika masih menjadi siswa itulah kita banyak mendapat pitutur luhur yang disampaikan oleh Mas Imam maupun Pak Badini. Tentu saja bagi warga PSHT pasti telah diajarkan oleh para pelatihnya. Namun kemudian dijalankan apa tidak, itulah yang menjadi persoalan saat ini.
Banyak pitutur luhur yang ditulis di dinding gedung latihan, bahkan di tugu-tugu pinggir jalan. Tetapi tulisan itu sepertinya hanya sekedar tulisan tidak lebih sebagai bentuk legitimasi teritori tanpa makna apa-apa. Bahkan tugu-tugu itu saat ini seperti mengalahkan tugu Pancasila sebagai idiologi negara.
Ada salah satu pesan Mas Imam yang kemudian menjadi pegangan saya ketika masih menjadi siswa,”Saya ingin warga PSHT sekolahnya bener dst……….”
Jadi Mas Imam sendiri waktu itu juga menekankan, pencak itu hanya sebagai sarana untuk kita berkumpul. Wajar saja, tentu akan sangat sulit apabila mengajak seseorang berkumpul dan mengikatkan diri menjadi saudara tanpa ada sarana atau kuda penarik yaitu pencak.
Dari sarana pencak itulah apabila semua tahap dilalui kemudian kita mengikatkan diri dalam sumpah menjadi saudara. Oleh sebab itu pesan Mas Imam bagi yang masih sekolah dan menjadi siswa walaupun latihannya malam jangan sampai meninggalkan sekolah. Harus tetap belajar, dan juga berprestasi.






Saya selama ini selalu mengikuti tulisan kang Woto di majalah Panjebar Semangat, sayangnya sekarang beliau tidak menulis di PS lagi. Dan saya pingin sekali punya buku autobiografinya.
Saya selama ini selalu mengikuti tulisan kang Woto di majalah Panjebar Semangat, sayangnya sekarang beliau tidak menulis di PS lagi. Dan saya pingin sekali punya buku autobiografinya.
Alamat saya Temanggung Jawa Tengah
sembah nuwun ilmu sejarahnya bpk… Ilmu sejarah saking pelaku utama.. yg sangat menginspirasi.. untuk selalu bekerja keras,tekun,melestarikan budaya leluhur tetapi menggapai pendidikan formal tertinggi..
Mas Muhisom matur nuwun telah mengikuti tulisan saya di Majalah Jawa Panjebar Semangat. Tulisan saya rutin sejak 2009 sd 2025 bbrp bulan ini memang sy minta istirahat sebentar setelah sekitar 16 tahun menulis setiap minggu tanpa henti. Alasan saya berhenti sementara krn sedang menyiapkan penerbitan buku saya “Dinamika dan Hapusnya Swapraja di Indonesia.” Alhamdulillah buku skrng sudah diterbitakan penerbit Kencana Jakarta.
Oh ya sebagai bentuk apresiasi sy kpd panjenengan yg menginginkan buku autobiografi saya dlm bahasa Jawa “Dalane Uripku” (telah mendapat rekor Indonesia -Dunia Muri sebagai penulis autobiografi pertama bhs Jawa) bisa “minta alamatnya panjenengan” insya Allah kalau nanti masih ada versi cetaknya akan sy kirim ke alamat panjenengan.
Matur nuwun kagem Bapak Suprawoto.
Alamat kulo;
Muhisom Setiaki
Seklinting Rt 01 Rw 01 No. 5 Ngimbrang Bulu Temanggung 56253 Jawa Tengah
( Belakang hotel Ardita )
No. Hp. 0857-0198-1500
Muhisom Setiaki
Alamat: Seklinting No. 5 Rt 01/01 Ngimbrang, Bulu, Temanggung 56253 Jawa Tengah
( Belakang Hotel Ardita )
No. Hp. 0857-0198-1500
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, salawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw.
Bapak Suprawoto yang dirahmati Allah. Buku kiriman panjengan 1. Antuk Amanah Bupati Magetan, karya panjenengan. 2. Menjadi Relawan Dokter Penanganan Covid-19 karya putri jenengan dr. Melati Arum Satiti Sp. A, M. Sc telah saya baca tamat. Insya Allah buku-buku itu akan saya kirim ke anak saya yang bekerja di Jakarta. ( yang dulu ditolong panjenengan saat kuliah dengan kebaikan panjenengan membeli buku-buku saya )Dan keduanya-duanya isinya sangat menginspirasi.
Semoga anak saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari isi kedua buku itu.
( Maaf sebelumnya, apakah ada buku karya jeneengan yang lain yang masih sisa ? sudilah mengirim ke alamat saya. Terima kasih ) Tulisan-tulisan panjenengan sepertinya sederhana, tetapi isinya sangat mengispirasi dan memberi banyak pelajaran dalam kehidupan.
Luar biasa kang mas dedikasi dan perjuangan panjenengan dalam mengembangkan PSHT di Magetan, semoga amal panjenengan berdua senantiasa menjadi amal jariah yg akan mengantarkan panjengan masuk ke dalam sorga Allah SWT. Aamiin Allahumma Amiin. Dan Alhamdulillah saya salah satu warga tingkat 1 yg disahkan di Madiun, kemudian disahkan tingkat 2 di Padepokan Magetan.
Matur nuwun Kang Mas Woto atas ilmu sejarah perkembangan PSHT Cabang Magetan. Apresiasi kangge panjenengan, selain pendekar sepuh panjenengan juga sebagi birokrat & sastrawan Jawa.
Salam paseduluran saking Sukoharjo Jawa Tengah.
Matur suwun atas informasi sejarah Perkembangan PSHT di Kota Magetan yang di tulis langsung Oleh Pelaku Sejarah Langsung kangmas Woto …
matur suwun sanget kangmas , semoga Jadi Ladang Ibadah kagem Panjenengan
salam Kenal Katresnan dari
Adimas Akhmad Syahid Riyadi
tawanganom Magetan
pengesahan 1994 Tingkat 1
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, salawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw.
Bapak Suprawoto yang dirahmati Allah. Buku kiriman panjengan 1. Antuk Amanah Bupati Magetan, karya panjenengan. 2. Menjadi Relawan Dokter Penanganan Covid-19 karya putri jenengan dr. Melati Arum Satiti Sp. A, M. Sc telah saya baca tamat. Insya Allah buku-buku itu akan saya kirim ke anak saya yang bekerja di Jakarta. ( yang dulu ditolong panjenengan saat kuliah dengan kebaikan panjenengan membeli buku-buku saya )Dan keduanya-duanya isinya sangat menginspirasi.
Semoga anak saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari isi kedua buku itu.
( Maaf sebelumnya, apakah ada buku karya jeneengan yang lain yang masih sisa ? sudilah mengirim ke alamat saya. Terima kasih ) Tulisan-tulisan panjenengan sepertinya sederhana, tetapi isinya sangat mengispirasi dan memberi banyak pelajaran dalam kehidupan.