Namun usaha untuk membuka latihan oleh warga tidak pernah berhenti. Seperti yang dilakukan tahun 1972 kemudian dibuka di Maospati. Ketika itu saya (Suprawoto) baru kelas 3 SMPN Maospati. Ketika baru dibuka pertama kali, banyak sekali siswa yang mengikuti latihan. Ada kalau 150 siswa.
Waktu latihan pertama kali para siswa hanya pakai celana pendek dan kaos saja. Kemudian oleh pelatih diminta untuk memakai pakaian seragam yang umumnya terbuat dari karung tepung gandum (segitiga biru) yang dicelum warna kuning. Dan biar ongkosnya murah maka banyak yang dijahitkan di pasar.
Karena Maospati pelatihnya di masyarakat waktu itu juga dipandang sebagai orang yang baik, berperilaku baik maka orang tua juga tidak keberatan anak-anaknya mengikuti latihan PSHT.
Latihan dilakukan malam hari di lapangan depan Sekolah Teknik jurusan Kimia dan Keramik (sekarang menjadi SMPN 3 Maospati) dengan penerangan di temeraman lampu listrik dengan warna kekuningan (110 Volt). Sedang lampunya hanya digantungkan di dahan pohon “waru dhoyong” yang tumbuh di pinggir lapangan.
Yang mendirikan sekaligus melatih di Maospati seperti Mas Suparlan anggota Kopasgat Iswahyudi (dulu namanya Kopasgat berganti menjadi Paskhas kemudian kembali menjadi Kopasgat kembali), Mas Sudiro TNI AU Iswahyudi, Mas Abdulrachman TNI AU Iswahyudi, Mas Jumain mahasiswa Sekolah Tinggi Olahraga Surabaya (kemudian menjadi perwira TNI AD dan sekolahnya sekarang gabung Unesa), Mas Temon pegawai sipil Iswahyudi, Mas Djoko dll.
Latihan di Maospati bisa berjalan terus tanpa gangguan sedikitpun saya kira tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Lanud Iswahyudi. Kita tahu, wilayah Maospati tentu tidak bisa dilepaskan dari adanya Lanud Iswahyudi.
Dengan pelatihnya banyak dari kalangan anggota Lanud Iswahyudi tentu masyarakat awam memandang bahwa adanya latihan PSHT di Maospati merupakan kebijakan dan minimal telah mendapat restu dari pimpinannya. Oleh sebab itu keberadaan latihan PSHT sangat lancar tanpa gangguan dari pihak manapun.

Saya selama ini selalu mengikuti tulisan kang Woto di majalah Panjebar Semangat, sayangnya sekarang beliau tidak menulis di PS lagi. Dan saya pingin sekali punya buku autobiografinya.
Saya selama ini selalu mengikuti tulisan kang Woto di majalah Panjebar Semangat, sayangnya sekarang beliau tidak menulis di PS lagi. Dan saya pingin sekali punya buku autobiografinya.
Alamat saya Temanggung Jawa Tengah
sembah nuwun ilmu sejarahnya bpk… Ilmu sejarah saking pelaku utama.. yg sangat menginspirasi.. untuk selalu bekerja keras,tekun,melestarikan budaya leluhur tetapi menggapai pendidikan formal tertinggi..
Mas Muhisom matur nuwun telah mengikuti tulisan saya di Majalah Jawa Panjebar Semangat. Tulisan saya rutin sejak 2009 sd 2025 bbrp bulan ini memang sy minta istirahat sebentar setelah sekitar 16 tahun menulis setiap minggu tanpa henti. Alasan saya berhenti sementara krn sedang menyiapkan penerbitan buku saya “Dinamika dan Hapusnya Swapraja di Indonesia.” Alhamdulillah buku skrng sudah diterbitakan penerbit Kencana Jakarta.
Oh ya sebagai bentuk apresiasi sy kpd panjenengan yg menginginkan buku autobiografi saya dlm bahasa Jawa “Dalane Uripku” (telah mendapat rekor Indonesia -Dunia Muri sebagai penulis autobiografi pertama bhs Jawa) bisa “minta alamatnya panjenengan” insya Allah kalau nanti masih ada versi cetaknya akan sy kirim ke alamat panjenengan.
Matur nuwun kagem Bapak Suprawoto.
Alamat kulo;
Muhisom Setiaki
Seklinting Rt 01 Rw 01 No. 5 Ngimbrang Bulu Temanggung 56253 Jawa Tengah
( Belakang hotel Ardita )
No. Hp. 0857-0198-1500
Muhisom Setiaki
Alamat: Seklinting No. 5 Rt 01/01 Ngimbrang, Bulu, Temanggung 56253 Jawa Tengah
( Belakang Hotel Ardita )
No. Hp. 0857-0198-1500
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, salawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw.
Bapak Suprawoto yang dirahmati Allah. Buku kiriman panjengan 1. Antuk Amanah Bupati Magetan, karya panjenengan. 2. Menjadi Relawan Dokter Penanganan Covid-19 karya putri jenengan dr. Melati Arum Satiti Sp. A, M. Sc telah saya baca tamat. Insya Allah buku-buku itu akan saya kirim ke anak saya yang bekerja di Jakarta. ( yang dulu ditolong panjenengan saat kuliah dengan kebaikan panjenengan membeli buku-buku saya )Dan keduanya-duanya isinya sangat menginspirasi.
Semoga anak saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari isi kedua buku itu.
( Maaf sebelumnya, apakah ada buku karya jeneengan yang lain yang masih sisa ? sudilah mengirim ke alamat saya. Terima kasih ) Tulisan-tulisan panjenengan sepertinya sederhana, tetapi isinya sangat mengispirasi dan memberi banyak pelajaran dalam kehidupan.
Luar biasa kang mas dedikasi dan perjuangan panjenengan dalam mengembangkan PSHT di Magetan, semoga amal panjenengan berdua senantiasa menjadi amal jariah yg akan mengantarkan panjengan masuk ke dalam sorga Allah SWT. Aamiin Allahumma Amiin. Dan Alhamdulillah saya salah satu warga tingkat 1 yg disahkan di Madiun, kemudian disahkan tingkat 2 di Padepokan Magetan.
Matur nuwun Kang Mas Woto atas ilmu sejarah perkembangan PSHT Cabang Magetan. Apresiasi kangge panjenengan, selain pendekar sepuh panjenengan juga sebagi birokrat & sastrawan Jawa.
Salam paseduluran saking Sukoharjo Jawa Tengah.
Matur suwun atas informasi sejarah Perkembangan PSHT di Kota Magetan yang di tulis langsung Oleh Pelaku Sejarah Langsung kangmas Woto …
matur suwun sanget kangmas , semoga Jadi Ladang Ibadah kagem Panjenengan
salam Kenal Katresnan dari
Adimas Akhmad Syahid Riyadi
tawanganom Magetan
pengesahan 1994 Tingkat 1
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, salawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw.
Bapak Suprawoto yang dirahmati Allah. Buku kiriman panjengan 1. Antuk Amanah Bupati Magetan, karya panjenengan. 2. Menjadi Relawan Dokter Penanganan Covid-19 karya putri jenengan dr. Melati Arum Satiti Sp. A, M. Sc telah saya baca tamat. Insya Allah buku-buku itu akan saya kirim ke anak saya yang bekerja di Jakarta. ( yang dulu ditolong panjenengan saat kuliah dengan kebaikan panjenengan membeli buku-buku saya )Dan keduanya-duanya isinya sangat menginspirasi.
Semoga anak saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari isi kedua buku itu.
( Maaf sebelumnya, apakah ada buku karya jeneengan yang lain yang masih sisa ? sudilah mengirim ke alamat saya. Terima kasih ) Tulisan-tulisan panjenengan sepertinya sederhana, tetapi isinya sangat mengispirasi dan memberi banyak pelajaran dalam kehidupan.