Sekilas Berdirinya PSHT Kabupaten Magetan

Karena saya bertiga (Agus Sudibyo, Suprawoto dan Sarnjoto) masih berstatus siswa sekolah, maka kalau waktunya melatih bergantian. Kalau salah satu melatih siswa, yang lainnya belajar di salah satu ruangan Kodim. Jangan sampai karena menjadi pelatih kemudian mengabaikan sekolah.

Seperti pesan Mas Imam, maka saya bertiga berkomitmen akan meneruskan kuliah. Tidak boleh karena PSHT menjadi sebab justru menghambat cita-cita saya. Justru malahan sebaliknya, harus menjadi pemacu serta pemicu untuk merealisasikan cita-cita.

Dengan segala suka dan dukanya merintis PSHT di kota Magetan, dan khawatir kalau sampai saya waktunya kuliah nanti belum bisa mengesahkan, kemudian kami berlima (Mas Gatot Subroto, Agus Sudibyo, Suprawoto, Sarnjoto, Sukamto) kemudian bernazar, bila nantinya kita bisa mengesahkan siswa berapun jumlahnya, akan berjalan kaki dari Magetan-Solo lewat Cemorosewo-Tawangmangu.

Nazar itu kita ucapkan karena semakin sedikitnya siswa yang bertahan sampai di tingkat putih. Bayangkan waktu pembukaan pertama yang ikut lebih dari seratus siswa. Yang bertahan sampai tingkat putih tinggal sekitar 15 siswa. Dan kemudian beberapa siswa sudah sampai tingkat putih juga “mrothol” seperti Sutrisno (Ringinagung), Darsono (Plaosan), Muji (Sarangan) dll.

Sayang sekali sebenarnya, Latihan yang dijalani sekian lama akhirnya harus putus ketika sudah diujung latihan. Tapi bagaimana lagi, alasan-alasan yang bersangkutan yang kemudian kita tidak bisa menahannya.

Ikatan persaudaraan antara warga PSHT waktu itu sangat kuat. Di sela-sela melatih dan sekolah waktu liburan, saya berdua (Agus Sudibyo dan Suprawoto) dengan berboncengan sepeda motor mengunjungi saudara kita yang merintis latihan di Yogyakarta, kemudian lanjut ke Cilacap.

Di Cilacap yang membuka latihan waktu itu Mas Roso Wihadi (pengesahan 1972). Demikian akrabnya persaudaraan PSHT ketika itu, walaupun semua dalam kondisi sangat sederhana dalam segala halnya tapi ikatan persaudaraan demikian kuat.

11 KOMENTAR

  1. Saya selama ini selalu mengikuti tulisan kang Woto di majalah Panjebar Semangat, sayangnya sekarang beliau tidak menulis di PS lagi. Dan saya pingin sekali punya buku autobiografinya.

  2. Saya selama ini selalu mengikuti tulisan kang Woto di majalah Panjebar Semangat, sayangnya sekarang beliau tidak menulis di PS lagi. Dan saya pingin sekali punya buku autobiografinya.
    Alamat saya Temanggung Jawa Tengah

  3. sembah nuwun ilmu sejarahnya bpk… Ilmu sejarah saking pelaku utama.. yg sangat menginspirasi.. untuk selalu bekerja keras,tekun,melestarikan budaya leluhur tetapi menggapai pendidikan formal tertinggi..

  4. Mas Muhisom matur nuwun telah mengikuti tulisan saya di Majalah Jawa Panjebar Semangat. Tulisan saya rutin sejak 2009 sd 2025 bbrp bulan ini memang sy minta istirahat sebentar setelah sekitar 16 tahun menulis setiap minggu tanpa henti. Alasan saya berhenti sementara krn sedang menyiapkan penerbitan buku saya “Dinamika dan Hapusnya Swapraja di Indonesia.” Alhamdulillah buku skrng sudah diterbitakan penerbit Kencana Jakarta.
    Oh ya sebagai bentuk apresiasi sy kpd panjenengan yg menginginkan buku autobiografi saya dlm bahasa Jawa “Dalane Uripku” (telah mendapat rekor Indonesia -Dunia Muri sebagai penulis autobiografi pertama bhs Jawa) bisa “minta alamatnya panjenengan” insya Allah kalau nanti masih ada versi cetaknya akan sy kirim ke alamat panjenengan.

    • Matur nuwun kagem Bapak Suprawoto.
      Alamat kulo;
      Muhisom Setiaki
      Seklinting Rt 01 Rw 01 No. 5 Ngimbrang Bulu Temanggung 56253 Jawa Tengah
      ( Belakang hotel Ardita )
      No. Hp. 0857-0198-1500

    • Muhisom Setiaki
      Alamat: Seklinting No. 5 Rt 01/01 Ngimbrang, Bulu, Temanggung 56253 Jawa Tengah
      ( Belakang Hotel Ardita )
      No. Hp. 0857-0198-1500

    • Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
      Alhamdulillah, salawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw.
      Bapak Suprawoto yang dirahmati Allah. Buku kiriman panjengan 1. Antuk Amanah Bupati Magetan, karya panjenengan. 2. Menjadi Relawan Dokter Penanganan Covid-19 karya putri jenengan dr. Melati Arum Satiti Sp. A, M. Sc telah saya baca tamat. Insya Allah buku-buku itu akan saya kirim ke anak saya yang bekerja di Jakarta. ( yang dulu ditolong panjenengan saat kuliah dengan kebaikan panjenengan membeli buku-buku saya )Dan keduanya-duanya isinya sangat menginspirasi.
      Semoga anak saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari isi kedua buku itu.
      ( Maaf sebelumnya, apakah ada buku karya jeneengan yang lain yang masih sisa ? sudilah mengirim ke alamat saya. Terima kasih ) Tulisan-tulisan panjenengan sepertinya sederhana, tetapi isinya sangat mengispirasi dan memberi banyak pelajaran dalam kehidupan.

  5. Luar biasa kang mas dedikasi dan perjuangan panjenengan dalam mengembangkan PSHT di Magetan, semoga amal panjenengan berdua senantiasa menjadi amal jariah yg akan mengantarkan panjengan masuk ke dalam sorga Allah SWT. Aamiin Allahumma Amiin. Dan Alhamdulillah saya salah satu warga tingkat 1 yg disahkan di Madiun, kemudian disahkan tingkat 2 di Padepokan Magetan.

  6. Matur nuwun Kang Mas Woto atas ilmu sejarah perkembangan PSHT Cabang Magetan. Apresiasi kangge panjenengan, selain pendekar sepuh panjenengan juga sebagi birokrat & sastrawan Jawa.
    Salam paseduluran saking Sukoharjo Jawa Tengah.

  7. Matur suwun atas informasi sejarah Perkembangan PSHT di Kota Magetan yang di tulis langsung Oleh Pelaku Sejarah Langsung kangmas Woto …

    matur suwun sanget kangmas , semoga Jadi Ladang Ibadah kagem Panjenengan

    salam Kenal Katresnan dari
    Adimas Akhmad Syahid Riyadi
    tawanganom Magetan
    pengesahan 1994 Tingkat 1

  8. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Alhamdulillah, salawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw.
    Bapak Suprawoto yang dirahmati Allah. Buku kiriman panjengan 1. Antuk Amanah Bupati Magetan, karya panjenengan. 2. Menjadi Relawan Dokter Penanganan Covid-19 karya putri jenengan dr. Melati Arum Satiti Sp. A, M. Sc telah saya baca tamat. Insya Allah buku-buku itu akan saya kirim ke anak saya yang bekerja di Jakarta. ( yang dulu ditolong panjenengan saat kuliah dengan kebaikan panjenengan membeli buku-buku saya )Dan keduanya-duanya isinya sangat menginspirasi.
    Semoga anak saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari isi kedua buku itu.
    ( Maaf sebelumnya, apakah ada buku karya jeneengan yang lain yang masih sisa ? sudilah mengirim ke alamat saya. Terima kasih ) Tulisan-tulisan panjenengan sepertinya sederhana, tetapi isinya sangat mengispirasi dan memberi banyak pelajaran dalam kehidupan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

‘Purnawiyata’ SMPN 3 Magetan, Ada Pesan Mengharukan Kepala Sekolah pada 271 Lulusan

Magetan – “Jaga terus nama baik sekolah, minta doa...

Difasilitasi DPRD Magetan, Aktivitas Tambang di Sayutan Disepakati Berhenti Sementara

Magetan - DPRD Magetan mengambil langkah taktis dalam meredam...

Diskusi Kesehatan Mata, Yayasan Para Mitra Indonesia: Waspadai Potensi Meledaknya Kasus Retinopati Diabetik

Magetan – Yayasan Para Mitra Indonesia mengingatkan potensi fenomena...

Riyono Caping Desak BGN Jamin Serapan Telur Peternak untuk MBG

Magetan – Peternak ayam petelur harus mendapatkan kepastian harga...

Terbaru

Popular Categories