Maospati Menatap Masa Depan.
Di dunia ini ada empat tipe negara. Satu, negara kaya rakyatnya juga kaya. Seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, Australia, Cina dan sebagainya. Negara-negara tersebut memiliki sumber daya alam yang melimpah, pemerintahnya juga amanah, sumber daya alam tersebut dikelola dengan baik, sehingga negara kaya rakyatnya juga kaya.
Kedua, negara miskin rakyatnya juga miskin. Negara ini sumber daya alamnya tidak punya, pemerintahnya juga tidak amanah banyak praktik korupsi akibatnya negara miskin rakyatnya juga miskin. Sebagai contoh Somalia, Congo dan beberapa negara-negara di Afrika.
Ketiga, menurut saya ini unik. Negara miskin tetapi rakyatnya kaya. Negara tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah tetapi justru rakyatnya kaya. Contohnya Jepang, Singapura, Korea Selatan dan lainnya adalah termasuk negara maju dan rakyatnya makmur. Mengapa bisa terjadi, karena faktor sumber daya manusia yang unggul.
Keempat, negara kaya tetapi rakyatnya miskin. Negara memiliki sumber daya melimpah karena tidak dikelola dengan baik, maka rakyatnya tetap miskin.
Kita bisa belajar, mengapa ada negara miskin tetapi rakyatnya kaya. Salah satu jawabannya adalah karena sumber daya manusia. Singapura tidak memiliki sumber daya alam apa-apa, tetapi sumber daya manusianya luar biasa unggul. Demikian juga Korea Selatan dan Jepang. Negara ini memiliki sumber daya yang unggul karena memiliki pendidikan tinggi yang unggul pula. Universitas di Singapura, Korea Selatan, Jepang masuk universitas paling top di dunia. Dampaknya tentu dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di negara tersebut.
Di skala lebih kecil kita bisa belajar dari Yogyakarta. Dulu sebelum kemerdekaan dan awal kemerdekaan, wilayah Yogyakarta rakyatnya banyak yang miskin. Bahkan dulu yang Namanya gizi buruk banyak sekali terjadi di Yogyakarta. Dan sudah takdir Tuhan, waktu itu Yogyakarta dipimpin oleh seorang raja yang visioner dan berpendidikan barat.
Ketika ibu kota RI dipindah ke Yogyakarta, Sultan ikut menggagas berdirinya Universitas Gadjah Mada (UGM). Universitas negeri pertama yang didirikan oleh pemerintah RI. Bahkan kampus yang dipakai pertama sementara menggunakan asset kraton. Tidak hanya itu, tanah kraton sekarang banyak dipakai kampus. Akibat yang terjadi, berdirinya kampus UGM menarik pemuda-pemudi terbaik seluruh Indonesia belajar ke Yogyakarta.
Kemudian tidak hanya UGM, bermunculan kemudian kampus-kampus negeri dan swasta lainnya. Dengan berkumpulnya putra-putri terbaik bangsa di Yogyakarta tentu membawa akibat kemajuan Yogyakarta seperti sekarang ini.
Majunya Yogyakarta dalam segala hal saat ini bukan semata-mata jerih payah putra-putri Yogyakarta asli, tetapi sangat ditopang putra-putri unggul dari segala penjuru yang berkumpul di Yogyakarta. Kalau dianalogikan, mengapa madiun, Magetan dan sekitarnya sejak dulu relatif lambat perkembangnnya. Salah satu jawabannya karena tidak terdapat universitas negeri yang unggul dan maju. Kita juga bisa belajar dari Malang, Jember, Banyuwangi, Purwokerto, Surakarta. Kota-kota ini maju dengan lebih pesat karena adanya universitas negeri yang mulai tumbuh besar. Berbagai sumber daya unggul mulai berdatangan dan menetap di kota tersebut.
Belajar dari hal tersebut, Magetan kalau ingin cepat perkembangannya juga harus memiliki universitas negeri. Yang jelas, ketika ide menghadirkan kampus universitas negeri di Magetan, muncul pula ketidaksetujuan gagasan itu direalisasikan. Bahkan anggota dewan pun banyak yang tidak setuju.
Pengalaman saya waktu itu, undangan yang dilayangkan waktu pertemuan awal saja tidak ada yang hadir. Dan MoU yang dilaksanakan tanggal 28 November 2020 di Kampus Unesa hanya dihadiri seorang wakil ketua, itu pun karena memang partai pengusung pemerintah. Setelah dilakukan penelitian dan survei oleh tim Unesa, dipilih Maospati sebagai kampusnya. Salah satu pertimbangannya Maospati gampang diakses dari mana-mana.
Dalam istilah tim Unesa Maospati merupakan daerah melting. Langkah selanjutnya Pemda Magetan menghibahkan tanah meniru Sutan HB IX. Puluhan jurusan dan program studi mulai menerima mahasiswa. Tanggal 20-23 Agustus 2024 sebanyak 1050 mahasiswa baru Unesa kampus Magetan melaksanakan Orientasi mahasiswa baru.
Setiap tahun akan bertambah. Salah satu gedung megah, dari master plan yang telah dibuat sudah siap digunakan. Tentu saja nantinya akan segera bertambah fasilitas-fasilitas lainnya, seperti fasilitas olahraga, laboratorium, ruang kuliah, ruang terbuka dsb. Dan segala aktivitas di Unesa akan memiliki multiplier effect luar biasa.
Dari segi ekonomi saja, saat baru pertama mahasiswa baru masuk, sekitar 600 orang memerlukan tempat pemondokan. Saat ini telah tumbuh banyak sekali tempat pemondokan di sekitar kampus, baik di desa Sempol, Mranggen, Maospati dan Kraton. Belum semakin ramainya usaha warung makan, café, foto copi, laundry dll.
Kehidupan Maospati akan semakin berdenyut. Dan yang paling penting keberadaan Unesa akan memberi efek positif terhadap peningkatan kualitas SDM seperti Yogyakarta.
Penutup
Tidak ada sebuah tulisan yang sempurna tentunya, kecuali kitab suci. Belajar dari situlah tulisan ini disampaikan, yang diniati untuk mencoba mencatat dan merekam sebatas yang saya kuasai dan ketahui. Dengan mencatat, suatu saat kalau Maospati itu menjadi sebuah kota yang maju atau malah sebaliknya kita bisa belajar. Dengan demikian kita dapat mewariskan apa pun yang dapat kita wariskan walaupun catatan buruk sekalipun. Nuwun. *
*Ditulis oleh: Suprawoto, mantan Kadis Kominfo Provinsi Jawa Timur 2002-2005, Kepala Badan, Irjen, Sekretaris Jenderal Departemen Komunikasi dan Informatika 2014-2017. Bupati Magetan 2018-2023, Dan saat ini sebagai Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur.

