BerandaOpiniMaospati Dulu dan Masa Datang

Maospati Dulu dan Masa Datang

Taj Mahal dan Makam Maduretno di Gunung Bancak.

Apa ada hubungannya Taj Mahal dengan Gunung Bancak. Yang satu ada di kota Agra India dan yang satu di Kabupaten Magetan. Yang satu merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia. Gunung Bancak bisa jadi hanya masyarakat Magetan yang tahu. Lantas apa hubungannya.

Hubungan langsung tentu tidak ada. Namun semangat yang melatar belakangi keduanya, menarik untuk ditarik benang merah. Kita semua pasti tahu Taj Mahal. Salah satu bangunan yang terindah yang pernah diciptakan manusia. Sebuah bangunan makam yang indah didedikasikan raja kepada istri tercinta yang telah meninggal dunia.

Shah Jahan, raja di kerajaan Mughal India yang mulai memerintah tahun 1628 sangat mencintai istrinya yang jelita Mumtaz Mahal. Pada waktu sang raja memerintah, kerajaan mencapai puncak kekuasaan. Namun kekuasaan tidak dapat menghilangkan takdir, ketika sang istri tercinta kemudian meninggal dunia saat melahirkan pada tahun 1631. Sebagai bentuk rasa cintanya, dibuatlah makam istrinya yang indah dan belum pernah ada di dunia.

Dalam membuat makam, Shah Jahan kemudian mengerahkan seluruh sumber daya yang dimilikinya. Tidak kurang dari 20 ribu pemahat terkenal di India, Turki, Irak didatangkan. Marmer putih yang indah, penuh dengan lengkungan, menjadikan sebuah bangunan indah yang dibangun dengan penuh ketekunan, ketelitian yang demikian tinggi. Dan di dalamnya dipahat kaligrafi ayat-ayat suci Al Quran.

Namun sayangnya, sang raja kekuasaannya berakhir sangat tragis. Di akhir hidupnya justru sudah tidak berkuasa lagi. Yang menurunkan justru anaknya sendiri Aurangzeb merebut tahta dari ayahnya. Dan kemudian ayahnya sendiri dipenjarakannya di Benteng Merah Agra.

Sang ayah Shah Jahan, hanya meminta agar kamar tahanannya dihadapkan ke Taj Mahal, dengan harapan agar setiap saat dapat memandang makam istri tercintanya.

Lalu apa yang ada di Gunung Bancak Kabupaten Magetan. Gunung Bancak terletak di Kecamatan Kawedanan. Sebelah Selatan Pabrik Gula Rejosari. Gunung yang tidak terlalu tinggi. Bahkan bisa dikatakan sebuah bukit. Bukit yang sangat jelas bila dipandang dari Kecamatan Maospati.

Di puncak bukit itulah, terletak makam GBRAy Maduretno bersama sang suami KPAA Ronggo Prawirodirjo III. GBRAy Maduretno putri dari Sri Sultan Hamungkubuwono II. Sedang ibunya GKR Kedhaton, merupakan putri dari Bupati Magetan KRA Purwodiningrat. Ronggo Prawirodirjo III adalah Bupati Madiun yang kemudian memindahkan pusat pemerintahannya ke Maospati (1796-1810).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Talenta Komunikasi Masa Depan: Tangguh, Inovatif, dan Tangkas Menghadapi Disrupsi AI

PADA kesempatan yang berbahagia ini perlu kami sampaikan, lembaga pendidikan tinggi Stikosa-AWS didirikan, sebagai...

Pengembangan Kampus UNESA di Kota Magetan, Antara Prestise dan Prestasi

INFORMASI adanya rencana pengembangan Kampus Unesa 5 ke arah pusat Kota Magetan tak ayal...

Tampung Ide dan Gagasan Anak Muda, DPC Partai Demokrat Magetan Gelar Lomba Pidato AHY

Magetan - Puluhan pelajar SMA sederajat mengikuti Lomba Pidato AHY di kantor DPC Partai...

Artikel Terkait